You are here
Home > ACCU

MEMPR0DUKSI DAN MEREKONDISI ACCU KENDARAAN RODA EMPAT

Surip Sastrapawiro yang hanya tamat SR atau Sekolah Rakyat di jaman pendidikan sistem Belanda, tampaknya adalah seorang pembelajar yang luar biasa. Mungkin, istilah multitalented tepat disematkan. Dari mana dia mempelajari teknologi Accu yang melibatkan ilmu pengetahuan Fisika dan Kimia yang dia tidak pernal belajar? Lalu, dari mana dia menjelejaha i ilmu pengetahuan tersebut ? Sangat jelas Surip Sastrapawiro adalah pembelajar tradisional dengan cara melihat untuk memahami.

Gifted and talented Surip Sastrapawiro sejak melukis, menyungging wayang, membuat fitting dari batang pohon jambu, memperbaiki dinamo, menggulung transformer hingga membuatr sepeda motor pertama di Indonsia tampaknya hanya puzzle dari seluruh kemampuan Surip Sastrapawiro selama hidupnya. Surip Sastrapawiro yang berpendidikan SR 3 tahun hanya untuk Membaca, Menulis, dan Beerhitung, tidak mungkin tahu Gaya Gerak Listrik dalam Accu. Apalagi tahu seluruh proses yang telah dikerjakan dan didokumentasikan ini. Bayangkan ini terjadi tahun 1950, hanya lima tahun setelah Indonesia merdeka.. Dari tahap pertama pembuatan Ram dari timah, dari mana dia tahu timah dan dari mana memperolehnya ? Di tahap ke 2, Ram yang sudah dicetak diberi bahan kimia untuk kutup positif Anoda terbuat dari timbal dioksida PbO2,  dan kutub negatif Katoda terbuat dari timbal murni Pb. Dari mana dia tahu ini pada jaman itu dan diperoleh dari mana ?  Pada tahap ke 3, Ram Anoda dan Katoda masing-masing  kemudian di pres. Pada tahap ke 4, setelah di pres kemudian dikeringkan dan ditata sesuai urutan selang-seling Anoda-katoda.Pada tahap ke lima, diantara selang-seling itu disipkan isolator. Pada tahap ke 6 atau terakhir, susunan sel-sel yang telah menjadi rangkaian Anoda dan Katoda itu diletakkan ke sebuah jig untuk dicor.  Pada tahap selanjutnya adalah memasukkan rangkaian sel-sel Anoda dan Katoda tersebut ke dalam bak accu kemudian ditutup dengan aspal. dari mana Surip Sastrapawiro belajar ini semua? Ketika Operasi Mandala Trikora, PIRUS menjadi salah satu rekanan operasi di Makasar untuk memperbaiki Genset Yap 300 watts serta merekondisi Accu kendaraan. Bahkan perwira TNI AD yang ditugaskan ke PIRUS untuk belajar perawatan Genset Yap 4300 watts dan Acccu. Surip Sastrapawiro meskipun sudah bukan militer aktif namunm jiwanya tidak berubah. Semangatnya tetap berkobar maka dia menampung Perwira TNI yang ditugaskan tersebut di rumahnya dan menjamin logistiknya. Old soldier never die, he is just fade away.

Gifted and talented mungkin saja memang mempengaruhi karya cipta Surip Sastrapawiro namun bahwa itu sampai akhir hayat tampaknya tidak lepas dari hakekat Cipta – Karsa -Karya yang telah menyatu dalam jiwanya dan itu membuat Surip Sastrapawiro tidak pernah berhenti berpikir dan berkarya apa saja sampai akhir hayatnya. Salah satu karya ciptanya yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan icon PIRUS adalah alat sunat agar hasil sunat standard, bayangkan !

Karya cipta Surip Sastrapawiro yang lain dan menjadi kekagumannya adalah mesin Aero Modeling. Berawal dari pertemanannya dengan kelompok Aero Modeling di Jogja, kemudian Surip Sastrapawiro dipinjami salah satu mesin mereka. dari Mesin pinjaman tersebut kemudian Surip Sastrapawiro berhasil membuatnya dan sudah dicoba oleh mereka. Bahkan baling-balingnyapun dibuat sendiri secara manual. Sepertinya, seluruh proses pendidikannya adalah berdasar Kurikulum Kehidupan yang menggarap secara utuh   seluruh Kemampuan Intelektual, Afektif , dan Psychomotorik Surip Sastrapawiro..

Top