You are here
Home > SURIP > LEGACY

 PIRUS’ Legacy : “make the impossible possible”

Dari Iklan sebuah majalah tahun 50 an ini terlihat bagaimana PIRUS yang dimulai oleh seorang pensiunan Veteran Pejuang Kemerdekaan, hanya dua tahun setelah Clash II, menawarkan aneka jasa pelayanan disamping pembuatan dan perbaikan aneka suku cadang juga perbaikan dinamo dan reparasi accu. Keahlian dan jasa pelayanan yang tidak biasa pada jamannya. Kegigihan Pejuang , Kepepetan Ekonomi, serta mental wira usahanya terlihat disini. Surip Sastrapawiro menangkap peluang besar pada saat itu.

    1953 

Tempat sama

2017

Isi berbeda

Ini Bengkel Kerja pertama dari tabungan di pembuatan fitting lampu jaman Jepang dimana Surip Sastrapawiro mengambil dan memilih sendiri kayu jati dari Purwodadi, Grobogan. Ini menunjukkan kegigihan, dan perfeksionis pribadi Surid Sastrapawiro yang ditempat sejak muda, survival for the fittest.  Enam puluh tujuh tahun kemudian, bangunan tetap, namun isi teknologinya dan knowledge inside berubah total menyesuaikan dengan keadaan dan tuntutan jaman. Staf mekanik semua lulusan SMK dan terbangun etosnya sesuai dengan etos pendiri PIRUS. Sebuah ternasformasi budaya yang tidak mudah di tengah perubahan peradaban.
Pencetakan Blok Mesin alumunium Swadeshi dilakukan dengan Tekonologi yang sangat sederhana, dari bahan baku berkas dengan cetakan tanah. Mereka melakukan itu ibarat menciptakan barang seni. Kini, pencetakan sudah tidak digunakan, namun langsung dari bahan alumunium yang bisa dipesan komposisinya sesuai dengan kebutuhandari supplier Tira Austenite yang memasok PIRUS untuk kebutuhan metal, non metal, hingga cast iron.Untuk composite dari lokal
Dimulai dari Bengkel reparasi sepeda motor di pinggir Jalan kemudian ngindung babad alas di Terban, dalam arti sesungguhnya karena Terban pada saat itu masih hutan, dan memliki Mesin Bubut hasil rekayasa dan masih menggunakan tenaga manusia karena listrik belum masuk ke dalam hutan. Pirus kini sudah beralih secara total ke Produksi, Reproduksi, dan Rekondisi. Maka, teknologi dan pengetahuan terus mengikuti perkembangan dan tuntutan kebutuhan pelanggan, apapun yang dikehendaki pelanggan. Karena moto PIRUS make impossible possible,
Inilah My Ford, mesin canggih pertama PIRUS yang memungkinkan Surip Sastrapawiro mewujudkan mimpinya.  Meskipun ini mesin dua dimensi, namun dilengkapi pula dengan perlengkapan untuk membuatnya bisa berfungsi sebagai milling machine tiga dimensi. Berbaju Putih adalah Bp Suradi Prawiro eks Tentara Pelajar yang melanjutkan studi ke Fak Kedokteran UGM, adik dari Bp Radius Prawiro Menteri Keuangan di Jaman Pemerintahan Soeharto. Bp Soeradi Prawiro mendampingi PIRUS berkembang dan banyak berjasa dalam pemikiran strtatejik karena jaringannya. Jadi, PIRUS berkembang karena kecerdasan kolektif antara gifted and talented dengan mereka yang punya keberpihakan kepada usaha kecil rakyat BP 750 Buatan PINDAD di PIRUS

Brain Inside

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Top