You are here
Home > SURIP > My Ford

MY FORD MESIN PERTAMA PIRUS ATAS TANGGUNGAN MR KASMAT

My Ford adalah mesin bubut universal pertama yang dimiliki oleh Surip Sastrapawiro. Sebelumnya juga sudah ada mesin bubut sendiri , namun itu hasil rekayas mesin bekas dan digerakkan dengan tenaga manusia. Bagaimana dia bisa memperoleh mesin ini juga sebuah keajaiban ketika dia tidak punya uang sama sekali untuk investasi karena modal dia adalah otak dan keahlian Ketika mengajukanm pinjaman ke BRI jelas ditolak karena dia tidak punya agunan sama sekali. Rumah ini adalah ngindung atau menyewa suka rela karena ditolong. Adalah Mr Kasmat anggota DPRD DIY dari Partai Masyumi yang mendengar bahwa

Surip Sastra Pawiro kesulitan agunan untuk meminjam uang untuk modal membeli mesin My Ford. Maka, dengan jaminan Mr Kasmat yang berkata “Kalau Pak Sastra tidak bisa membaya rmaka saya yang akan membayar. Sungguh sebuah kehormatan bagi Surip Sastrapawiro pemilik bengkel di pinggir jalan dan sedang merintis usahanya  mendapat jaminan dari seorang anggota DPRD. Hutang dari BRI untuk  membeli My Ford itu kemudian bisa dilunasi. Terima kasih tak terhingga untuk Mr Kasmat. Di jaman sekarang tentu saja sulit untuk mendapat anggota DPRD seperti itu. Mr Kasmat adalah pahlawan PIRUS dan bagian dari legenda PIRUS. Anehnya, entah dari mana kabarnya, namun ketika Surip Sastrapawiro terbaring sakit Mr Kasmat menjenguk di rumah, seakan mengucapkan salam perpisahan karena tugasnya sudah selesai.  My Ford bagi Surip Sastrapawiro ibarat booster yang memicu sel-sel glialnya sehingga dia bisa mengeksplorasi seluruh kemampuan My Ford  untuk melakukan  berbagai inovasi proses di luar yang dibayangkan oleh disainernya di Inggris. Dengan My Ford kemudian inovasi Swadeshi dilanjutkan. My Ford jenis ini adalah mesin bubut sekaligus  horizontal mailing machine  dimana axis nya bisa dipasang index head. Artinya, satu mesin untuk  berbagai keperluan. Pada saat itu, Maka, die casting untuk mesin Swadeshi mulai dibuat dengan My Ford. My Ford adalah pusaka mewah bagi PIRUS pada saat itu.

Ketika Indonesia menjalankan amanat Dwikora, PIRUS mendapat bagian untuk menunjang operasi Mandala yang berpusat di Makasar untuk memasok suku cadang genset buatan Russia. Beberapa perwira TNI AD bahkan dikirim untuk belajar di PIRUS, termasuk untuk perawatan accu. Pada saat itu, Surip Sastrapawiro, meskipun bukan lagi militer aktif, namun dengan menunjang operasi Mandala itu dia seakan hidup sebagai militer kembali terutama ketika dia bisa berhubungsn kembali dengan para Perwira TNI AD yang dulu Tentara Pelajar dan bertemu di Jogja pada saat gerilya.

.me as a writer essay

Top